Di awal kelahirannya, manusia hanya menyadari keberadaannya di dunia. Hal-hal yang harus dilakukan diperolehnya dari bimbingan orang tua dan lingkungan. Dia menyerap informasi berkaitan dengan apa yang harus dilakukan dari hal-ha yang disaksikannya melalui mata, telinga, kecapan, sentuhan, dan indera lainnya, termasuk yang disaksikannya melalui mimpi. Kemudian, informasi yang tersimpan dalam pikiran dapat menjadi ‘umpan balik’ menentukan keputusan.
Jika dalam perkembangan dan proses belajar ini terkait dengan ‘cahaya’ atau pengetahuan spiritual maka ada kesempatan bagi kehangatan ‘cahaya’ spiritual ini membangunkannya dan tidur atau ketidaktahuan, kemudian memberikan tenaga kepadanya untuk bangun dan membuka ‘jendela kamar kegelapan’ yang sebelumnya menaunginya.
Dalam perkembangan selanjutnya, akan terjadi proses sebagaimana Spiritual terbit.
Tidak ada ketentuan dan tidak ada tempat menyimpan dimana tujuan manusia ditanamkan atau dititipkan. Namun, seseorang yang mengalami Spiritual terbit akan mengetahui secara bertahap apa yang harus dilakukannya. Secara pasti orang-orang demikian mengarah kepada tujuan yang sama ( jika spiritual orang meningkat dan dia tetap pada tujuan itu ).
Salam bahagia
