Saya bahas dulu bagian penting bagaimana ‘rahasia ilahi’ ini muncul dalam kamus kita, darimana asalnya dan bagaimana hal itu bisa sampai memperkaya bahasa kita.
Sang Penulis ‘Rahasia Ilahi’
Sampai saat ini, saya tidak memiliki bukti bahwa langitlah yang menulis sebuah kitab, rontal atau guratan di atas batu. Semua rontal, kitab atau guratan bebatuan itu dibuat oleh orang, namun mereka memiliki pengetahuan spiritual hebat, setinggi para nabi, budha, brahmana dan orang-orang dengan tingkat spiritual yang sama di seluruh dunia.
Kesucian diri orang-orang ini menjadikan mereka dapat melihat ‘cahaya’ sang pencipta atau cahaya ilahi. Sebuah pendaran atau radian ( sesuatu yang terpancar radial ) dan atau sesuatu yang non radian ( sebab, mahakuasa mencakup kedua sisi ini, baik radian maupun non radian ) yang menjadikan adanya semesta dan semua yang disaksikan.
Kesaksian Rahasia Ilahi
Seperti diungkapkan, sampai dengan munculnya ‘rahasia ilahi’ dalam kosakata kita, maka haruslah ‘rahasia ilahi’ yang dimaksud tersaksikan atau di’lihat’ oleh orang dengan tingkat spiritual yang tinggi. Jadi, ‘rahasia ilahi’ ini tidak benar-benar tesembunyi dan spesial untuk wilayah tertentu. Ada banyak orang dapat menyaksikannya sebagaimana matahari dapat diketahui oleh semua orang.
Salam bahagia

Ho simpatia per voi.