Badan kita, memiliki lubang masuknya informasi atau jendela berjumlah tanpa batas. Mulai dari mata, telinga, lidah, dan permukaan tubuh. Pikiran pun adalah sebuah jendela atas kamar diri kita. Bahkan jendela kamar diri ini ada baik dalam relita maupun kondisi mimpi. Ada juga firasat-firasat atau yang disebut indera keenam.
Jika jendela kamar diri ini kita ibaratkan jendela kamar, maka badan kita dapat kita ibaratkan kamar dengan jendela diri tak terbatas. Kita lihat kini sebuah kamar, jika jumlahnya tak terbatas maka tentu tidak ada dinding untuk kamar ini.
Kenyataan kita memang demikian, kita memiliki indera dan alat lain yang tak terbatas jumlahnya untuk menyaksikan cahaya ilahi atau cahaya tuhan, yang dikategori berdasarkan jenis cahaya ilahi yang diterima.
Salam bahagia
