Topik ini memerlukan kejujuran penilaian dan perlu diamati secara nyata. Baca dulu artikel setan ataukah pikiran gelap. Selanjutnya, perkirakan apa yang akan saya sampaikan ini, sebuah cerita yang tidak banyak bedanya. Lebih banyak ini akan menerangi kegelapan kamar diri dan ketika diri kita memang tidak biasa diterangi dengan cahaya kejujuran, tentu kita akan marah. Justru marah ini adalah indikasi bahwa cahaya sodokan diri ini menjadikan engkau melihat kegelapan dirimu sendiri dan kemudian kegelapan diri ini mencuat ke permukaan sebagai kemarahan.
Kata-kata yang nampak sama maknanya namun lihatlah pelakunya:
- Dijebak iblis artinya bahwa iblis adalah pelaku tindakan yang aktif.
- Merajakan iblis artinya pelaku aktif adalah orang yang nampaknya terjebak.
Dalam kasus hukum setiap orang tidak dapat mengklaim iblis menjadikannya terjebak karena iblis tidak pernah ada dan teramati oleh manusia. Yang nyata terjadi adalah bahwa seseorang telah merajakan iblis. Karena merajaan iblis maka iblis menghuni pikirannya. Sekarang, marilah.. anggap bahwa raja iblis itu bersalah. Jika iblis itu ternyata menghuni pikiran anda dan berumah dalam diri anda, siapakah yang harus dihukum? Kedua-duanya menghasilkan bahwa anda harus dihukum.
Tidak ada pilihan lain, karena memang menyalahkan iblis adalah sebuah kebohongan spiritual. Kebohongan spiritual manjadikan orang semakin jauh dari bahagia.
Artikel berikut tidak kalah menarik:
- Permata Kehidupan Menghina Lumpur?
- Invasi Spiritual
- Setan ataukah Pikiran Gelap
- Kebenaran Sejati
- Matahari – Guru Kasih Sejati
- Akhir Jaman – Kekosongan
- Konversi Agama Bagai Memancing Ikan
- Akhir Jaman Pohon Cabai
- Tuhan, Dapat Hadir dalam Semua Rupa
- Matahari, Media Pengingat Sang Hyang Widhi
- Wujud Pertama Tuhan
- Widyadari
- Kemahakuasaan dan Keragaman
- Rahasia Kehidupan
- Tuhan Satu Wujud, Bukan Mahakuasa
Salam bahagia

[...] Dijebak Iblis atau Merajakan Iblis [...]