Kalender Permata Kehidupan

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip Permata Kehidupan

Patutkah Kita Berkata -Kafir atau Orang Kegelapan

Oleh Putu Swastawa

Apakah gunanya sebuah balon dinyalakan? Apakah hanya untuk mengetahui di tempat lain gelap gulita atau untuk membuktikan tempat lain gelap? Seseorang dicerahkan melalui spiritual atau agama, apakah gunanya? Apakah untuk mengatakan orang lain kafir atau orang kegelapan?

Kita diberi pencerahan atau memperoleh pencerahan dalam hidup, adalah menjadi seorang guru atau pemandu orang-orang untuk dapat keluar dari keadaan gelap atau serba sulit. Kita diberi pencerahan untuk menjadikan orang lain merdeka, memperoleh kemerdekaan sejati dan bahagia, bukan menjadikan orang lain pengikut aliran atau agama tertentu. Bukan pula untuk membuktikan bahwa agama kita besar di dunia ini melalui ekspansi atau invasi agama ke daerah lain.

Salam bahagia

Pemerdekaan Sejati

Oleh Putu Swastawa

Marilah kita mencoba berpikir tentang kemerdekaan sejati sebelum mendalami arti pemerdekaan sejati. Kita belajar dari sesuatu yang tidak berubah dari masa ke masa dan hadir kepada kita paling lama atau boleh dikatakan hadir kepada kita sepanjang kita masih bisa melihat.

Kita akan belajar dari sesuatu yang masuk ke dalam mata, karena umumnya kita mengatakan belajar untuk hal-hal yang masuk dari mata. Maka, kita pilih bahan belajar, atau sesuatu yang sifat-sifatnya dapat kita pelajari:

  1. Hadir dengan sifat yang sama dari waktu ke waktu. Hal ini sangat penting agar semua roang dari berbagai jaman memperoleh pengetahuan yang sama tentangnya dan mencegah penafsiran yang berubah menurut jaman.
  2. Hadir kepada setiap orang dengan cara yang mudah. Ini adalah salah satu sifat kemahakuasaan dari tuhan. Sebab, tuhan mengetahui bahwa manusia bodoh sehingga dia tidak menjadikan manusia susah untuk menjadi orang pintar atau berpengetahuan
  3. Memberi keadilan kepada semua hal. Seorang tempat kita belajar dan patut ditiru adalah hal yang adil terlepas dari rasa jijik dan relativitas baik-buruk. Seandainya sifat relatif baik dan buruk ini melekat, sangatlah berbahaya mengingat manusia di awalnya banyak kesalahan, dan tentu saja ini dapat berakibat dibinasakannya semua ciptaan di awal pengadaannya.
  4. Secara mudah dapat diartikan ‘menerangi jalan’, artinya menyelesaikan kesulitan dan tersandung masalah.
  5. Menghormati keputusan dan pribadi. Walaupun mungkin keputusan itu buruk, keputusan itu harus dihormati, sebab penghormatan itu akan menumbuhkan pribadi yang bangga akan eksistensi dan kebahagiaan.
  6. Dan sifat lainnya.

Hal yang memenuhi semua ini adalah matahari. Matahari menghormati kebebasan dan kreasi setiap tumbuhan untuk berkreasi membuat bunga berdasarkan kemampuannya. Tidak ada perlakuan bahwa matahari menimpakan kreasi bunga melati kepada tanaman anggrek, tidak pula mengatakan bahwa menjadi matahari harus dilakukan oleh anggrek.

Itulah wujud pemerdekaan sejati. Pemerdekaan yang menghormati pribadi dan kreasi semua pribadi, tidak dengan mengkonversinya mengikuti pribadi atau kreasi orang atau kelompok lain, namun tetap dalam pengarahan fungsiĀ  guru.

Salam bahagia

Mengapa Sebaiknya Tidak Menggunakan Kaca Mata

Oleh Putu Swastawa

Saat ini, kaca mata sudah sangat dikenal di masyarakat. Orang bermata normal pun suka berkaca mata, terutama kaitannya dengan tampilan yang baru dan lebih keren. Namun, pernahkah kita mencoba berpikir tentang karma dan apa artinya ketika kita sangat suka menggunakan kaca mata terhadap masa depan karma ini?

Marilah kita bahas, apa yang terjadi setiap kali kita menggunakan kaca mata. Saat menggunakan kaca mata, penglihatan kita jauh berkurang tingkat kejelasannya. Nah, untuk ini, sebenarnya mengapa kita harus suka penglihatan kita berkurang sebagaimana orang rabun? Apakah kita memang mencoba menyukai sebagai orang berpenglihatan tidak jelas?

Kaitannya dengan hal lain adalah dengan penglihatan tidak jelas, kemampuan kita mengamati hal-hal yang jauh di depan mata berkurang. Ini terkait dengan pandangan kita terhadap masa depan, yaitu penglihatan kita terhadap masa depan akan berkurang. Nah, mengapa kita suka menjadi orang yang tidak mampu menatap masa depan?

Arti selanjutnya adalah bahwa ketika kita menggunakan kaca mata, tingkat kejelasan pandangan akan berkurang. Hal ini sepadan dengan kemampuan kita melihat jalan kehidupan kita, dalam hal ini melihat jalan untuk menyelesaikan kesulitan. Jika pandangan kita tidak jelas, tentunya kita sulit menyelesaikan kesulitan. Lalu, mengapa kita harus suka menjadi orang yang tidak pernah melalui kesulitan dengan cepat?

Ini mungkin tampak iri terhadap ke-gantengan anda-anda yang menggunakan kaca mata, terutama yang menggunakan kaca mata hitam, tetapi saya memberitahu ini karena saya rasa melihat semuanya tanpa kaca mata amatlah menyenangkan. Mengetahui semua hal dengan tingkat kejelasan tertinggi juga amat menyenangkan. Demikian pula dapat melihat hal terjauh dalam perjalanan hidup juga sangat menyenangkan. Sangat bahagia memiliki penglihatan yang jelas di alam nyata dan di alam tak nyata. Tetapi memang bisa saja kita menginginkan hal yang sebaliknya dan bahagia dengan mata yang semakin melemah tingkat penglihatannya dan kemampuan keluar dari kesulitan yang semakin rendah.

Kita harus tetap berbahagia, saat ini dan di masa mendatang. Jika mata kita semakin tiada daya karena karma saat ini, seharusnya kita bahagia sebagaimana kita bahagia saat memperoleh pujian sebagai orang ganteng. Namun, yang pasti, kita akan tetap bahagia ketika penglihatan kita saat ini dan di masa mendatang tetap baik.

Salam bahagia